Jumat, 20 November 2015

teori 4p

TEORI 4P DALAM MARKETING MIX

Pengertian Marketing Mix atau bauran pemasaran merupakan istilah yang dipakai untuk menjelaskan perpaduan strategi-strategi pembentukan inti sistem pemasaran sebuah perusahaan untuk mengetahui reaksi pembeli.

 ADA 2 FAKTOR YANG MENYESUAIKAN DIRI DENGAN LINGKUNGAN ANTARA LAIN :
1.  FAKTOR EKSTERNAL
Faktor di luar jangkauan perusahaan antara lain :
  • pesaing 
  • teknologi 
  • peraturan pemerintah 
  • keadaan perekonomian 
  • lingkungan sosial budaya 
2.  FAKTOR INTERNAL
Variabel-variabel yang terdapat dalam marketing mix antara lain :
  • product 
  • price
  • place 
  • promotion

Faktor eksternal yaitu faktor diluar jangkauan perusahaan yang antara lain terdiri dari pesaing, teknologi, peraturan pemerintah, keadaan perekonomian, dan lingkungan sosial budaya. Sedangkan faktor internal adalah variabel-variabel yang terdapat dalam marketing mix yakni : Product (produk), Price (Harga), Place (Tempat), dan Promotion. - See more at: http://rajapresentasi.com/2009/04/strategi-pemasaran-dan-bauran-pemasaran/#sthash.DiaVz8wk.dpuf
1. product ( produk )
Produk  merupakan kombinasi barang dan  jasa yang di tawarkan perusahaan kepada pasar sasaran. Produk tidak hanya meliputi unit fisiknya saja tetapi juga kemasan, garansi, merek, dan pelayanan purna jual. 

2.  Price (harga) 
Menurut Mc.Daniel Dkk (2001 : 56 ) harga adalah apa yang harus diberikan  oleh pembeli untuk mendapatkan suatu produk. Harga bukan saja suatu komponen bagi perusahaan untuk mengembalikan modalnya. Tetapi juga untuk mendapatkan keuntungan dan  menentukan kelangsungan hidup perusahaan.  
Perusahaan menetapkan suatu harga dengan melakukan pendekatan penetapan harga secara umum yang meliputi satu atau lebih diantara tiga perangkat perimbangan berikut ini yakni:
1. Cost-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan biaya)
(a) Cost-Plus-Pricing (Penetapan harga biaya plus)
Metode ini merupakan metode penelitian harga yang paling sederhana, dimana metode ini menambah standar mark-up terhadap biaya produk.
(b) Break Even Analysis and Target Profit Pricing (Analisis peluang pokok dan penetapan harga laba sasaran).
Suatu metode yang digunakan perusahaan untuk menetapkan harga apakah akan break even atau membuat target laba yang akan dicari.
2. Value-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan nilai)
Metode ini menggunakan satu persepsi nilai dari pembeli (bukan dari biaya penjualan) untuk menetapkan suatu harga.
3. Competition-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan persaingan)
(a) Going-rate Pricing (Penetapan harga berdasarkan harga yang berlaku)
Perusahaan mendasarkan harganya pada harga pesaing dan kurang memperhatikan biaya dan permintaannya. Perusahaan dapat mengenakan harga yang sama, lebih tinggi atau lebih rendah dan pesaing utamanya.
(b) Scaled-Bid Pricing (Penetapan harga penawaran tertutup)
Perusahaan menetapkan pesaing dan bukan berdasarkan hubungan yang kaku atas biaya atau permintaan perusahaan.
c. Promotion (Promosi)
Definisi menurut Stanton adalah :“Promotion mix is the combination of operasional
- See more at: http://rajapresentasi.com/2009/04/strategi-pemasaran-dan-bauran-pemasaran/#sthash.DiaVz8wk.dpuf
Perusahaan menetapkan suatu harga dengan melakukan pendekatan penetapan harga secara umum yang meliputi satu atau lebih diantara tiga perangkat perimbangan berikut ini yakni:
1. Cost-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan biaya)
(a) Cost-Plus-Pricing (Penetapan harga biaya plus)
Metode ini merupakan metode penelitian harga yang paling sederhana, dimana metode ini menambah standar mark-up terhadap biaya produk.
(b) Break Even Analysis and Target Profit Pricing (Analisis peluang pokok dan penetapan harga laba sasaran).
Suatu metode yang digunakan perusahaan untuk menetapkan harga apakah akan break even atau membuat target laba yang akan dicari.
2. Value-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan nilai)
Metode ini menggunakan satu persepsi nilai dari pembeli (bukan dari biaya penjualan) untuk menetapkan suatu harga.
3. Competition-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan persaingan)
(a) Going-rate Pricing (Penetapan harga berdasarkan harga yang berlaku)
Perusahaan mendasarkan harganya pada harga pesaing dan kurang memperhatikan biaya dan permintaannya. Perusahaan dapat mengenakan harga yang sama, lebih tinggi atau lebih rendah dan pesaing utamanya.
(b) Scaled-Bid Pricing (Penetapan harga penawaran tertutup)
Perusahaan menetapkan pesaing dan bukan berdasarkan hubungan yang kaku atas biaya atau permintaan perusahaan.
c. Promotion (Promosi)
Definisi menurut Stanton adalah :“Promotion mix is the combination of operasional
- See more at: http://rajapresentasi.com/2009/04/strategi-pemasaran-dan-bauran-pemasaran/#sthash.DiaVz8wk.dpuf
Perusahaan menetapkan suatu harga dengan melakukan pendekatan penetapan harga secara umum yang meliputi satu atau lebih diantara tiga perangkat perimbangan berikut ini yakni:

1. Cost-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan biaya)
(a) Cost-Plus-Pricing (Penetapan harga biaya plus)
Metode ini merupakan metode penelitian harga yang paling sederhana, dimana metode ini menambah standar mark-up terhadap biaya produk.
(b) Break Even Analysis and Target Profit Pricing (Analisis peluang pokok dan penetapan harga laba sasaran).
Suatu metode yang digunakan perusahaan untuk menetapkan harga apakah akan break even atau membuat target laba yang akan dicari.

2. Value-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan nilai)
Metode ini menggunakan satu persepsi nilai dari pembeli (bukan dari biaya penjualan) untuk menetapkan suatu harga.

3. Competition-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan persaingan)
(a) Going-rate Pricing (Penetapan harga berdasarkan harga yang berlaku)
Perusahaan mendasarkan harganya pada harga pesaing dan kurang memperhatikan biaya dan permintaannya. Perusahaan dapat mengenakan harga yang sama, lebih tinggi atau lebih rendah dan pesaing utamanya.
(b) Scaled-Bid Pricing (Penetapan harga penawaran tertutup)
Perusahaan menetapkan pesaing dan bukan berdasarkan hubungan yang kaku atas biaya atau permintaan perusahaan.
 3.  Place (Tempat ) 

Keputusan penentuan lokasi dan saluran yang digunakan untuk memberikan jasa kepada pelanggan melibatkan pemikiran tentang bagaimana cara mengirimkan atau menyampaikan jasa kepada pelanggan dan dimana hal tersebut akan dilakukan. Ini harus dipertimbangkan karena dalam bidang jasa sering kali tidak dapat ditentukan tempat dimana akan diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan. Saluran distribusi dapat dilihat sebagai kumpulan organisasi yang saling bergantungan satu sama lainnya yang terlibat dalam proses penyediaan sebuah produk/pelayanan untuk digunakan atau dikonsumsi. Penyampaian dalam perusahaan jasa harus dapat mencari agen dan lokasi untuk menjangkau populasi yang tersebar luas.

Sebagai salah satu variabel marketing mix, place / distribusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan memastikan produknya, karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.

4.  Promotion (Promosi) 
Mc. Daniel Dkk (2001:56) mendefinisikan promosi sebagai kegiatan yang menghasilkan informasi, membujuk, atau mengingatkan konsumen akan manfaat dari suatu produk tujuan dari melakukan kegiatan promosi adalah: 
a.  memperkenalkan produk baru kepada masyarakat. 
b.  Memperpanjang masa kedewasaan produk. 
c.  Menjaga stabilitas prusahaan dari kemungkinan persaingan. 
d.  Mendorong penjualan produk. 
 Menurut Philip Kotler promotion tools didefinisikan sebagai berikut :
1. Advertising (Periklanan)
Suatu promosi barang atau jasa yang sifatnya non personal dilakukan oleh sponsor yang diketahui.

2. Personal selling (Penjualan perorangan)
Penjualan perorangan yang dilakukan oleh para wiraniaga yang mencoba dan membujuk untuk melakukan penjualan sekaligus.

3. Sales promotion (Promosi penjualan)
Suatu kegiatan yang dimaksud untuk membantu mendapatkan konsumen yang bersedia membeli produk atau jasa suatu perusahaan.

4. Public relation (Publisitas)
Suatu kegiatan pengiklanan secara tidak langsung dimana produk atau jasa suatu perusahaan disebarluaskan oleh media komunikasi.

KESIMPULAN 

Bahwa dalam menjalankan usaha harus tahu teori dasarnya mengenai cara membangun usaha terlebih dahulu sebab seorang pengusaha harus tahu sistem 4p ( product, price, place dan promotion ) dalam membangun sebuah usaha (BISNIS).

Sabtu, 07 November 2015

tahap-tahap membuat web

TAHAP-TAHAP MEMBUAT WEB

1. Membuka situs yang menyediakan layanan pembuatan web ( hosteko, pasar hosting DLL )
2. Setelah terbuka , selanjutnya pilih buat akun
3. Dihalaman tersebut akan di suruh mengisi nama , email dan paswood
4. Selanjutnya buka tab baru dan masuk ke email yang telah dibikin tersebut , untuk mengaktivasi akun.
5. Memilih paket posting yang akan dipakai nanti untuk membuat web tersebut
6. Kalau sudah memesan hosting maka akan di berikan sub domain
7. Subdomain dan hosting akan di buat , tunggu hingga ada pemberitahuan
8. Jika sudah berhasil membuat akun untuk membuat web maka dengan kata lain sudah berhasil mendaftar atau membuat web
9. Setelah itu akan dibawa ke cpanel (control panel) tempat untuk mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan web

Jumat, 16 Oktober 2015

halu potato

kelebihan dari halu potato itu sejenis makanan camilan yang sehat juga untuk orang yang sedang diet tidak mudah gemuk kekurangannya hanya saja kentangnya terlalu halus tetapi tetap enak ko untuk di makan.
beli produk halu potato dan ada website juga sosial media :
Ig : halupotato
Twitter : halu potato
email : halupotato@gmail.com
Pemesanan langsung di KALBIS Institute Lt 3 ruang next center
Line : sarahnoviyantii

Selasa, 13 Oktober 2015

gaya hidup dikalangan masyarakat khususnya didaerah jakarta



Gaya Hidup di kalangan masyarakat khususnya di daerah jakarata

Gaya hidup kalangan masyarakat jakarta semakin maraknya teknologi yang berbasis android atau Os ini membuat kalangan masyarakat sekitar semakin tinggi gaya hidup mereka dan selalu ingin mudah dan instan untuk mendapatkan apa yang diingin kan khususnya alat transportasi yang kini sudah banyak yang menggunakan jasa gojek yang sekarang banyak orang yang menggunakan gojek karena harganya yang terjangkau dibanding dengan transportasi lainnya seperti angkutan umum , ojek dll , gaya hidup di kalangan  masyarakat sekitar yang semakin tinggi dan juga apa aja inginnya mudah dan juga cepat membuat para orang bereksperimen ( membuat ide yang baru ) untuk membuat sesuatu yang baru tetapi orang tersebut melihat kondisi yang terjadi di lingkungan kota jakarta.


Banyak sekali para pengusaha, wirausaha bahkan perusahaan hingga PT juga berlomba-lomba untuk bereksperimen ( membuat ide yang baru ) mengenai alat transportasi yang mudah dan cepat karena sebagian penduduk kota jakarta dominannya adalah pekerja apalagi lagi di kota jakarta sangat padat dan banyak yang mempunyai kendaraan pribadi dan juga menimbulkan kemacetan apa lagi khususnya orang pekerja yang tidak mau menghadapi kemacetan pada saat berangkat kerja maka munculnya usaha gojek tersebut dengan mengunakan aplikasi secara online.

Balik lagi ke gaya hidup di kalangan masayarakat kota jakarta yang gaya hidupnya tinggi dan juga tingkat kenyaman dan keamanannya juga di perhatikan sebab itu sangat penting kenyaman dan keamanan itu karena banyak sekali resiko yang terjadi oleh sebab itu dalam pemilihan transportasi harus di perhatikan tingkat kenyamanan dan keamanannya contohnya dalam pemilihan transportasi yang nyaman dan aman adalah mobil.

Mobil adalah suatu transportasi pribadi yang bisa dibawa kemana saja sesuai dengan keinginan orang yang mempunyai mobil tersebut, dari tingkat keaman dan kenyaman mobil lebih terjamin dari pada transportasi lainnya.